
Papan
petunjuk sesuai namanya adalah untuk memberi petunjuk dan informasi
kepada orang lain sehingga tidak salah dalam berjalan atau bergerak.
Sayangnya di Indonesia ini, banyak papan petunjuk atau papan informasi
yang tidak memberi petunjuk. Kebetulan 1 September 2006 kemarin, saya
terbang ke Banjarmasin karena diundang teman-teman STMIK Indonesia untuk
mengisi seminar tentang Opensource di sana. Setelah check-in di Bandara
Soekarno Hatta, dan seperti biasa nyari buku untuk di baca-baca , saya menuju Gate (Gate 4) sesuai dengan yang tertera di boarding pass.

Sesampai
di Gate 4, saya tidak menemukan nomor pesawat yang akan saya naiki (BTV
361). Iseng saya baca papan neonbox di Gate lain (Gate 3), olala …
pesawat yang saya naiki ternyata tertulis di Gate 3 tersebut. Dengan
penuh percaya diri saya masuk Gate 3 dan menuju meja informasi, sampai
di sana ternyata saya kecele. Sang petugas dengan gagahnya mengatakan,
“Pesawat ke banjarmasin silakan ke Gate 4 pak”. Saya mengatakan bahwa di
papan neonbox tertulis ke Gate 3. Sekali lagi, kali ini dengan suara
agak keras, sang petugas mengatakan, “Bapak ikuti saja apa yang tertulis
di boarding pass, bukan di papan petunjuk!”. Whalah …
Papan petunjuk buatan manusia belum tentu bisa
memberi petunjuk yang benar dan malah bisa membawa kita ke kesesatan.
Yang pasti, ikutilah petunjuk dari Sang Maha Pemberi Petunjuk, Sang
Pencipta Alam semesta. Allahuakbar!
[ http://romisatriawahono.net ]
Post a Comment