Header Ads

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Faank Wali: Anak Kecil Nakal Itu Wajar

Vokalis band Wali, Faank tidak pernah bisa melupakan masa kecilnya. Bagi Faank, ia mengalami masa kecil yang penuh dengan kenangan. Karena itu, saat ini Faank selalu senang melihat anak kecil, apalagi penggemar band Wali juga tidak sedikit memiliki profil anak-anak.

Meski banyak penggemarnya yang masih berusia belia, namun baru kali ini Faank diundang untuk tampil di acara puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2012 yang berlokasi di Theater Imax Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

"Iya, Alhamdulillah baru diundang menyanyi di depan anak-anak saat Hari Anak Nasional ini. Ini juga kan pas liburan anak-anak sekolah, jadi ramai. Tapi sebenarnya sih lebih baik dilakukan di Istana Negara," ujar Faank.

Mengingat masa kecilnya, Faank berkisah, jika dirinya sudah mengalami masa-masa harus mandiri lantaran kesibukan kedua orangtuanya.

"Orangtua saya sibuk, dua-duanya guru di sekolah. Kalau pulang ke rumah enggak ada siapa-siapa. Jadi saya sudah belajar mandiri sejak kecil," kenang Faank.

Kemandirian Faank, kelak menjadi bekal dirinya untuk meraih kesuksesan bersama band Wali.

Selain itu, Faank juga berkisah jika di masa kecil, ia melakoninya seperti anak-anak kebanyakan. Bermain, belajar dan tentu saja membuat kenakalan-kenakalan khas anak-anak.

"Bagi saya kenakalan di masa anak-anak itu hal yang wajar selama itu wajar juga. Saya sendiri karena terlalu aktif, kepala sempat sobek, jatuh dari kursi dan kaki bagian dengkul kiga sobek. Saat jadi orangtua, melihat anak-anak saya nakal, ya memang masanya begitu, enggak ada yang bisa melarang, orangtua hanya mengarahkan. Yang penting kenakalannya masih dalam tahap wajar," tutur Faank panjang lebar.

Kini, Faank telah memiliki dua orang anak yang masih kecil. Anak pertamanya, Farabi berusia 5,5 tahun, sementara adiknya, Amira baru berusia 2 tahun.

Belajar dari pengalamannya, Faank punya cara tersendiri untuk mendidik anak-anaknya hingga tumbuh mandiri.

"Misalnya anak nonton televisi, tetap kami arahkan. Kami berikan aturan mana yang boleh ditonton dan mana yang enggak boleh, Kami membatasi menonton televisi hanya dua jam dalam satu hari. Kami juga berusaha menanamkan nilai-nilai agama. Saya sendiri dahulu waktu kecil 30 juz (Alquran) hafal," terang Faank yang berusaha untuk tidak galak terhadap anak-anaknya.

"Saya enggak galak tapi berusaha untuk tegas agar mereka mengetahui mana yang boleh dan tidak dari kecil," pungkasnya. 
Sumber: beritasatu.com

No comments

Powered by Blogger.