Pengoperasian Kelok 9 untuk Mudik Berpolemik
“Secara teknis, kami belum tahu dari pihak pelaksana maupun dari pemprov, apakah fly over Kelok 9 sudah bisa digunakan selama mudik nanti atau tidak,” ungkap Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil, kemarin, terkait persiapan Pemprov Sumbar menyambut arus mudik Lebaran 2012 ini.
Sebelumnya, Komisi III DPRD Sumbar meminta penggunaan fly over mudik nanti harus dikaji secara matang, karena masih dalam pengerjaan tahap II dan baru bisa dioperasionalkan 2013 mendatang.
Menanggapi prokontra itu, Yultekhnil menyarankan Pemprov Sumbar membuat perjanjian tertulis dengan pihak kontraktor, seputar pemanfaatan jalan itu selama mudik Lebaran. Perjanjian yang dimaksud sebagai jaminan keselamatan para pengguna fly over. Kondisi terkini, fly over masih dalam masa perawatan pihak kontraktor. “Kalau terjadi sesuatu di Kelok 9, siapa yang akan bertanggung jawab?” tanya politisi Demokrat tersebut.
Sekretaris Komisi III DPRD Sumbar, Israr Jalinus malah menyarankan penggunaan fly over Kelok 9 ditunda dulu, karena pembangunan megaproyek tersebut belum tuntas 100 persen. “Masih banyak yang harus dilengkapi pada ruas jalan Kelok 9 itu. Misalnya rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan. Ini dikhawatirkan kecelakaan banyak terjadi,” sebutnya.
Kondisi belum terpasangnya rambu jalan diketahui Israr saat memantau langsung pembangunan tahap II jembatan Kelok 9 di Kabupaten Limapuluh Kota belum lama ini. Meski Kelok 9 yang bernilai Rp 537 miliar itu bisa mengurai kepadatan lalu lintas saat mudik Lebaran nanti, kata Israr, risikonya dinilai lebih besar.
Anggota Komisi III lainnya, Bachtul juga mengimbau pelaksana proyek segera memasang rambu-rambu dan marka jalan bila memang akan digunakan saat mudik Lebaran.
“Untuk jembatan tahap I sebenarnya sudah dapat dipergunakan, namun Kementerian PU menginginkan dioperasikan setelah semua pembangunan rampung,” terangnya.
Melihat banyaknya permintaan masyarakat agar Kelok 9 dioperasikan, menurutnya, pihak kementerian bisa mempertimbangkan izin operasi jembatan tersebut.
Dalam kajian teknis Kementerian PU, menerangkan bahwa jembatan Kelok 9 mampu menampung rata-rata 6.800 unit kendaraan pada hari biasa dan 11.350 kendaraan sehari di hari libur.
Jembatan kelok 9 terdiri enam jembatan dengan panjang 970 km serta lebar 2,9 km jalan, menghabiskan dana sebesar Rp 537 miliar yang terdiri atas tahap I Rp 350 miliar dan tahap II, Rp 187 miliar. Subr:riaupos.co

Post a Comment